Postingan

Misteri Apel Newton

Gambar
Misteri Apel Newton by James Gleick My rating: 5 of 5 stars Woww... Ternyata... Isaac Newton itu begitu yaa... Seringkali lintasan-lintasan komen kecil macam itu terbetik ketika membaca buku ini. Tidak menyesal jadi membeli buku ini (pada awalnya sempat ragu karena tak yakin ini buku bakal mengulas sosok Newton di sebelah mananya, dan tak punya referensi apa pun, hanya melihat buku ini di suatu stand pameran buku). Di lihat dari judulnya, "Misteri Apel Newton", terjemahan dari buku berjudul asli "Isaac Newton" karya James Gleick ini memang membuat buku ini agak kurang transparan mengenai apa kira-kira isinya. Plus sub judul dibawahnya yang berbunyi : Kisah Pergulatan Seorang Isaac Newton memberikan kesan ambigu juga, apakah yang dimaksud "kisah" disini adalah kisah hidup alias biografi ataukah kisah novel (biografi yang difiksikan). Dan ternyata... Ini adalah sebuah buku biografi tentang Isaac Newton, ilmuwan besar sepanjang masa yang mendapat peringkat...

di balik jendela

Garis-garis awan membingkai langit di jendela. Sekelumit biru menyisa. Pada lembaran malam tempatku mengeja tanda-tanda yang masih jua tiada. Bintang-bintang sembunyi dari bingkai jendelaku. Hingga rindu yang paling rahasia tak pernah tersingkap tabirnya. Kuhela nafasku yang dalam. Biar udara yang paling malam terisap ke dalam paru-paruku. Bersama segala keheningan yang jauh dan misteri sepi yang entah, biar terlarut dalam darahku. Biar saja aku begitu. Agar malam-malam tak lagi menghujaniku dengan tetesan tanya yang merinai di udara dari saputan awan yang terus terbingkai di jendela itu. Biar saja aku begitu. Agar aku juga setitik entah dari misteri malam yang membuncah. Lalu sebab aku entah, maka aku juga tanya. Jika pun aku tak pernah jawaban, siapa kan peduli lagi. Begitulah rinduku, dan tanyaku, dan diriku turut kubingkai di balik jendela. Lalu awan, langit, dan bintang (jika ada) adalah diriku juga. Biar saja aku begitu. Melarut dalam uap tanya yang memusar. Dengan begitu segala...

2012 Reading Challange

Gambar
Sedih... Gregettt... kalau mengingat target baca tahun 2012 yang baru berlalu itu tak kesampaian. Dan hanya kurang 1 bukuuu... :'(. Salahku, buku terakhir yang kubawa buat berpetualang ke Jogja beberapa hari akhir tahun itu justru The Good Thief-nya Hannah Tinti , terbilang agak tebal, dan kebetulan di awal-awal alurnya terasa lambat & agak membosankan, kurang cocok untuk dibaca ngebut. Dan malah berakhir baru sampai bab 10, lalu ditinggal di Jogja deh :p. Kenapa aku tak bawa Petualangan Tom Sawyer-nya Mark Twain aja ya, yang agak tipisan... ah, anyway yang sudah berlalu ya sudah... Tinggal bagaimana target selanjutnya di tahun 2013 ini. Ini dia, kalau dipikir-pikir aku terlalu rakus, mungkin... Tahun kemarin dengan pedenya pasang target 50 buku buat dibaca. Mungkin sedikit ngiri lihat orang lain yang bahkan pasang target lebih banyak dari itu (dan banyak yang berhasil!). Sebenarnya memang pede-pede saja sih pasang sebanyak itu (bahkan tahun 2012 ini tanpa baca komik...

Botchan

Gambar
Botchan: Si Anak Bengal by Natsume Sōseki My rating: 4 of 5 stars Blak-blakan. Jujur. Polos. Menohok. Covernya agak nggak matching sama isi bukunya. Ini buku bukan untuk konsumsi anak-anak (covernya menipu). Memang, diceritakan sedikit tentang masa kecil si Botchan yang nakal banget. Tapi seterusnya adalah cerita si Botchan yang sudah tumbuh menjadi seorang guru yang berkepribadian jujur, skeptis, tetap polos, simple-minded, cuek, dan masih tersisa pula sifat pemarah & arogannya. Dituturkan dengan gaya narasi sederhana (tanpa banyak gaya bahasa), mengingatkanku pada buku Jepang lainnya yang beru-baru ini dibaca, Saga No Gabai Bachan (Nenek Hebat dari Saga) , gaya tuturnya seperti bercerita dengan celetukan-celetukan sinis dari sudut pandang si Botchan. Menarik ketika guru baru lulus dengan kepribadian seperti ini ditempatkan untuk mengajar di sebuah daerah terpencil dengan murid-murid yang nakalnya juga kelewatan & menyebalkan. Ditambah dengan para guru lain yang masin...

titik embun

Gambar
Ada yang tak kumengerti pada titik embun di pucuk-pucuk daun tentang pagi yang rekah oleh matahari terus terlahir kembali seperti bayi waktu ke waktu, dari rahim kegelapan di perut malam yang dicumbui dingin dan hujan   Ada yang tak kumengerti pada bulir-bulir embun yang pecah dan hilang lalu pagi merangkak memanjati anak tangga waktu lekas menua lalu mati untuk dibangunkan lagi esok hari Ada yang lebih tak kumengerti pada bayi pagi dan si tua waktu dan bulir embun yang diberi ruang kenang-kenangan hujan semalam Hari-hari yang kudiami begitu segar sehabis mandi hujan dan matahari sedang di suatu titik pada lingkar inkarnasi ini aku membusuk sendiri. *Taman Cilaki, 8 Desember 2012

di persinggahan

Ibu, Aku menemukanmu kadang-kadang, di tempat-tempat jauh, pada satu-dua persinggahan sementara kala melepas lelah di antara perjalananku yang tak jua purna. Kau di sana, pada kesempatan yang terbilang ketika aku tak meminta meski lapar dan dahagaku lantas terhidang perjamuan sederhana dan kucicipi sedikit apa yang telah hilang dan tertinggal di masa silam. Beginikah adamu? Seandainya aku masih punya tempat pulang? Tapi perjalananku tak kunjung usai Maka begitulah, aku berjalan dan singgah, dan berjalan dan singgah, dan berjalan, tiada putusnya. Atau, haruskah aku berhenti saja? membangun rumah di perjalanan yang belum juga usai? Apa pun, aku berharap menemukanmu di setiap langkah-langkah Menggenapiku, biar ramai perjalananku * 4 Nov '12